Di era informasi digital, konsistensi reputasi dan visibilitas media semakin mempengaruhi kepercayaan publik terhadap brand.
Dalam hasil evaluasi Master Brand Award (MBA) 2026 di Indonesia, HMNS, Kahf, dan Saff & Co menjadi bagian dari kelompok Master Brand dengan performa reputasi dan eksposur media yang kuat dalam kategori Local Perfume Brands. MBA menggunakan pendekatan evaluasi berbasis media online kredibel dan tidak menggunakan voting publik maupun popularitas media sosial sebagai dasar utama penilaian.
Perolehan Nilai Master Brand Index
HMNS memperoleh nilai Master Brand Index sebesar 38.43%, diikuti Kahf sebesar 27.37%, dan Saff & Co sebesar 16.69%. Sementara kelompok brand lainnya mencatat angka 17.51%.
Distribusi nilai tersebut memperlihatkan bagaimana eksposur media kini menjadi bagian penting dalam kompetisi reputasi brand.
Mengapa Eksposur Media Penting?
Media online kini menjadi salah satu sumber informasi utama bagi publik dalam mengenal dan menilai sebuah brand. Karena itu, eksposur media yang kredibel dan konsisten semakin penting dalam membangun reputasi jangka panjang.
MBA menggunakan pendekatan media reputation-based evaluation yang mengintegrasikan visibility, trust, dan consistency dalam satu framework evaluasi reputasi brand.
3 Pilar Evaluasi MBA
Media Presence Index (MPI)
MPI digunakan untuk mengukur kekuatan dan relevansi eksposur media sebuah brand berdasarkan kualitas media, posisi brand dalam artikel, dan jenis konten pemberitaan.
Public Trust Index (PTI)
PTI digunakan sebagai filter reputasi untuk memastikan brand yang memperoleh pengakuan tetap memenuhi standar kepercayaan publik.
Brand Consistency Index (BCI)
BCI memastikan eksposur media sebuah brand berlangsung secara konsisten dan tidak bersifat temporer.
Kesimpulan
Pendekatan media reputation-based evaluation memperlihatkan bahwa visibility, trust, dan consistency menjadi fondasi penting reputasi brand modern.