Persaingan dalam kategori Construction & Infrastructure semakin dipengaruhi oleh kekuatan reputasi digital dan eksposur media yang kredibel.
Dalam hasil evaluasi Master Brand Award (MBA) 2026, Jasa Marga, PTPP, dan Hutama Karya mencatat nilai Master Brand Index (MBI) tertinggi dalam kategori Construction & Infrastructure. Evaluasi MBA menggunakan pendekatan media reputation-based evaluation yang menitikberatkan pada visibility, trust, dan consistency.
Nilai Master Brand Index (MBI)
Jasa Marga memperoleh nilai MBI sebesar 33.56%, diikuti PTPP sebesar 30.48%, dan Hutama Karya sebesar 15.80%. Sementara itu, kelompok brand lainnya mencatat kontribusi sebesar 20.16%.
Data tersebut memperlihatkan bagaimana ketiga brand mampu menjaga eksposur media yang relevan dan konsisten dalam ruang publik. Dalam kategori Construction & Infrastructure, kekuatan reputasi digital semakin menjadi faktor penting dalam membangun persepsi publik.
Pendekatan Evaluasi MBA
Berbeda dari penghargaan berbasis voting atau survei persepsi, MBA menggunakan pendekatan evaluasi reputasi berbasis media online kredibel yang dapat diverifikasi secara metodologis.
MPI: Media Presence Index
MPI digunakan untuk mengukur kekuatan dan relevansi eksposur media sebuah brand berdasarkan kualitas media, posisi brand dalam artikel, dan jenis konten pemberitaan.
PTI: Public Trust Index
PTI memastikan brand yang memperoleh pengakuan tetap memenuhi standar kepercayaan publik tertentu.
BCI: Brand Consistency Index
BCI digunakan untuk memastikan eksposur media sebuah brand berlangsung secara konsisten dan tidak bersifat temporer.
Kesimpulan
Dalam perspektif MBA, brand yang mampu menjaga visibilitas media secara konsisten memiliki peluang lebih besar untuk membangun reputasi jangka panjang.