Dalam era digital saat ini, reputasi media menjadi salah satu faktor penting dalam membangun persepsi publik terhadap brand.
Berdasarkan hasil evaluasi Master Brand Award (MBA) 2026, Wardah, Skintific, dan Somethinc menjadi bagian dari kelompok Master Brand dengan nilai Master Brand Index (MBI) tertinggi pada kategori Facial Skincare. Metodologi MBA menggunakan pendekatan evaluasi berbasis media online kredibel dan tidak menggunakan survei persepsi maupun voting publik.
Data Nilai Master Brand Index
Wardah memperoleh nilai MBI sebesar 52.54%, disusul Skintific sebesar 15.65%, dan Somethinc sebesar 10.31%. Kelompok brand lainnya secara kolektif berada pada angka 21.50%.
Kondisi tersebut memperlihatkan bagaimana reputasi digital kini menjadi bagian penting dalam persaingan industri modern.
Mengapa Eksposur Media Menjadi Penting?
Media online kini berperan sebagai salah satu pembentuk persepsi publik terhadap brand. Karena itu, konsistensi representasi brand dalam media kredibel menjadi faktor penting dalam membangun reputasi jangka panjang.
MBA menggunakan pendekatan media reputation-based evaluation yang mengintegrasikan visibility, trust, dan consistency dalam satu framework evaluasi reputasi.
MPI, PTI, dan BCI dalam Metodologi MBA
MPI (Media Presence Index)
MPI digunakan untuk mengukur kekuatan dan relevansi eksposur media sebuah brand berdasarkan kualitas media, posisi brand dalam artikel, dan jenis konten pemberitaan.
PTI (Public Trust Index)
PTI digunakan sebagai filter reputasi untuk memastikan brand memenuhi standar kepercayaan publik.
BCI (Brand Consistency Index)
BCI memastikan eksposur media sebuah brand berlangsung secara konsisten dan tidak bersifat temporer.
Kesimpulan
Dalam perspektif MBA, trusted brands merupakan representasi brand yang mampu menjaga reputasi dan eksposur media secara berkelanjutan.